Sandal Jepit Istriku (Kisah Renungan)

Kisah ini menceritakan tentang kekhilafan seorang suami dalam memperhatikan keperluan istrinya. Sehingga sampai terlontar ucapan ‘Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?’ sesal hatiku.

Yang Membuat Istri Bahagia Bersama Suami

Suami Anda mungkin tidak pernah berkata-kata secara terbuka dan apa adanya kepada Anda. Setiap Anda bertanya kepadanya ia selalu menjawab dengan . . .

AMIKOM pecahkan Rekor MURI

Selasa (9/2) STMIK AMIKOM Yogyakarta mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor Pemrakarsa dan Penyelenggara Pameran Karya Mahasiswa Bidang Teknologi Informasi dengan Jenis Terbanyak.

Daftar Nama-Nama Klub LPI

Liga Primer Indonesia (LPI) yang rencananya akan dihelat pada Sabtu (8/1/2011) di ikuti oleh 19 klub Indonesia. Diantara 19 klub tersebut memang ada yang awalnya . . .

Tampilkan postingan dengan label News Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News Indonesia. Tampilkan semua postingan

24 Maret 2011

Mitos Seputar Deodoran Pemicu Kanker

VIVAnews - Kandungan bahan kimia dalam produk kecantikan seringkali memicu perdebatan di tengah masyarakat. Informasi mengenai efek buruknya bagi kesehatan tak jarang berkembang liar menjadi sebuah mitos menyesatkan.

Seperti dikutip dari laman Shine, mitos semacam itulah yang memicu banyaknya wanita berhenti meninggalkan deodoran mengandung antiperspiran dan beralih ke deodoran yang lebih lembut. Mereka terjebak informasi yang menyebut antiperspiran dapat memicu kanker payudara.

Berikut lima mitos mengenai deodoran mengandung antiperspiran yang beredar di masyarakat:

1. Deodoran mengandung antiperspiran meningkatkan risiko kanker payudara.
2. Menggunakan deodoran sesaat setelah mencukur mengakibatkan zat kimia yang terkandung di dalamnya mudah menembus sel kulit. Ini memperbesar risiko munculnya kanker payudara.
3. Zat parabens di dalamnya dapat mengakibatkan penyakit.
4. Antiperspiran mencegah keringat keluar dari kulit, sehingga keringat yang banyak mengandung racun keluar melalui jalur lain seperti kelenjar getah bening. Racun pun akan menumpuk di jaringan payudara.
5. Pria memiliki risiko kanker payudara lebih rendah dibanding wanita. Ini karena deodoran terhalang rambut di ketiak pria dan tidak terserap langsung oleh kulit.

Menanggapi mitos yang berkembang liar tersebut, The American Cancer Society mengatakan bahwa semua informasi tersebut tidak benar. Hingga kini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa deodoran dapat memicu kanker payudara.

Fakta penelitian pada 2003 terhadap 813 wanita dengan kanker payudara dan 793 wanita tanpa kanker payudara menunjukkan, tidak ada hubungan antara kanker payudara dan penggunaan deodoran.

Jadi, Anda tidak perlu lagi khawatir menggunakan deodoran yang mengandung antiperspiran. Anda pun tetap dapat tampil percaya diri dan cantik, serta sehat dengan menggunakan produk deodoran kesayangan Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi www.cancer.org. (pet)
Dikutip dari :VIVAnews

Fakta di Balik Kanker Ovarium

VIVAnews - Tak jauh berbeda dari penyakit kanker lainnya, kanker ovarium juga dikenal sebagai 'silent killer'. Meskipun kanker yang menyerang indung telur ini secara teknis digolongkan sebagai kanker langka, data di Inggris mengungkapkan kanker ini menyerang 6.700 wanita tiap tahunnya.

Seperti dikutip dari laman mirror.co.uk, wanita yang berisiko mengalami kanker ovarium sangat bervariasi. Bisa dipengaruhi faktor genetik atau gaya hidup tak sehat.
Namun pada umumnya, wanita berusia di atas 50 tahun akan lebih berisiko mengembangkan penyakit ini.  Di Inggris sendiri, empat dari lima kasus yang terjadi dialami oleh wanita di atas 50 tahun.
Banyak wanita beranggapan bahwa kanker serviks adalah jenis kanker paling mengancam jiwa wanita. Namun, berkat adanya pemeriksaan pap smear, kanker serviks akan lebih mudah dideteksi lebih dini dibandingkan kanker ovarium.

Menurut penelitian, kanker ovarium yang juga dikenal dengan sebutan kanker ovarian ini telah membunuh sekitar 4.500 wanita per tahun, sementara kematian akibat kanker serviks hanya 1.000 kasus.

Beberapa gejala awal mungkin tidak akan pernah dirasakan bagi mereka yang mengalami kanker ovarian. Maka tak heran, jika pasien mengalami keterlambatan penyembuhan karena kanker yang dialaminya telah memasuki stadium lanjut.

Penelitian menunjukkan, wanita sesungguhnya mengalami gejala pada tahap awal penyakit ini, tetapi mereka kurang menyadarinya. Terbukti, survei Ovarian Cancer Action mengungkapkan, 80% dari wanita sulit mengenali tanda-tanda ini.

Padahal, ada beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi awal penyakit ini. Mereka yang menderita kanker ovarian biasanya sering mengalami masalah nyeri panggul atau sakit perut yang terus menerus, peningkatan ukuran perut, kembung persisten, susah makan dan selalu timbul perasaan cepat kenyang meski hanya sedikit menyantap makanan.

Gejala yang tak biasa lainnya termasuk juga lebih sering buang air kecil, adanya perubahan kebiasaan buang air besar, sering mengalami sembelit, diare, merasa lelah berkepanjangan.

Jika Anda mengalami beberapa kondisi dari gejala di atas, Dr Khalil Razvi, ginekolog dari Southend University Hospital menyarankan, "Segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala ini selama empat minggu atau lebih. Setiap gejala, terutama rasa sakit, perlu diteliti lebih seksama. Makin cepat Anda didiagnosis dan diobati, makin baik peluang kelangsungan hidup Anda."
Dikutip dari VIVAnews

Dicecar Anggota DPR, Denny Indrayana Marah

VIVAnews - Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana dicecar sejumlah pertanyaan dalam pertemuan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Denny merasa pertanyaan anggota terlalu menyudutkannya, layaknya seorang tersangka di pengadilan.
Denny sempat menjawab dengan nada tinggi, ketika anggota komisi III dari Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin memintanya menjawab siap atau tidak dikonfrontir dengan pihak Polri.

"Saya bukan terdakwa yang Anda bisa paksa-paksa untuk menjawab," kata Denny dengan nada tinggi di dalam rapat dengan  komisi III, Jakarta, Kamis 24 Maret 2011.

Denny menegaskan bahwa dia tidak pernah takut dalam upayanya membongkar kasus mafia pajak Gayus Tambunan. "Kami siap dalam forum apapun. Tapi saya akan koordinasikan dengan teman-teman Satgas. Karena ini tugas Satgas, bukan hanya tugas saya, Denny Indrayana. Tidak ada ketakutan apapun dari saya," jawab Denny.

Aziz mempertanyakan pertemuan Denny dengan Gayus di tahanan Brimob Kelapa Dua, Depok. Berdasarkan informasi yang diperoleh, katanya, Denny bertemu Gayus tanpa koordinasi dengan ketua tim independen Polri, Matius Salempang.

Denny menegaskan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Matius Salempang untuk bertemu Gayus di dalam tahanan.  Tapi Aziz menyela, "Pernyataan Anda kontradiktif dengan Polri. Bersediakah Anda kami konfrontir dengan pihak Polri. Tidak usah bertele-tele."

Lantas, Aziz meminta pimpinan sidang Komisi III yang dipimpin oleh Tjatur Sapto Edy untuk mengagendakan acara konfrontir Satgas dengan Polri.

Catur meminta Aziz untuk terlebih dulu mendengarkan seluruh pernyataan dari Satgas hingga usai. "Nanti kita bicarakan lagi, apakah perlu agenda konfrontir itu," ujar Tjatur. (umi)
dikutip dari : VIVAnews

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More